Kuliner, Seputar JOGJA, Wisata

Bakpia Pathok, oleh-oleh wajib dari Yogyakarta

😳 Hmmm…. lama juga saya tidak posting tentang artikel seputar kuliner khas Yogyakarta.

Jalan-jalan di Yogyakarta sangatlah menyenangkan. Selain dari keanekaragaman budayanya yang menarik, kulinernyapun juga membuat lidah kita menari saat mencicipinya.😆

Kali ini saya akan berbicara tentang oleh-oleh khas yogyakarta yang sudah tidak asing lagi di telinga sahabat-sahabat bloger. Selain itu, kuliner yang satu ini juga wajib buat oleh-oleh untuk teman, sahabat, kerabat dan keluarga jika berkunjung di Yogyakarta.

Bakpia Pathok, begitu anda mendengar nama kuliner yang satu ini pasti pikiran anda akan langsung tertuju ke satu kota yaitu Yogyakarta. Namun, yang perlu anda ketahui, Bakpia sebenarnya bukanlah makanan yang berasal asli dari Yogyakarta, melainkan berasal dari China.

Di negara asalnya, Bakpia memiliki nama asli Tou Luk Pia (berasal dari dialek Hokkian) yang secara harafiah berarti kue yang berisi daging. Entah lidah siapa yang pertama kali ‘terpeleset’ menyebutnya menjadi Bakpia. Meskipun berasal dari China, Bakpia yang ada di Yogyakarta telah mengalami adaptasi rasa dan evolusi bentuk yang disesuaikan dengan lidah masyarakat lokal. Bakpia yang ada di Yogyakarta tidak lagi berisi daging, melainkan berisi kacang hijau. Lantas bagaimana awal mula Bakpia menjadi makanan khas Yogyakarta?

Pada tahun 1948, ada keluarga keturunan Tionghoa bernama Goei Gee Oe yang mencoba membuat Bakpia sebagai industri rumahan. Saat itu Bakpia buatannya tidak dijual di toko melainkan dijajakan secara eceran, dari rumah ke rumah. Bakpia buatan Goei Gee Oe itu juga belum dikemas dan diberi label seperti saat ini, melainkan hanya dimasukkan dalam besek (wadah makanan berbentuk kotak yang terbuat dari anyaman bambu).

Setelah sekian lama berlalu, peminat Bakpia pun semakin meningkat, sehingga pada tahun 1980 mulai muncul produsen-produsen Bakpia di kawasan Pathuk. Kali ini para pembuat Bakpia tidak lagi menjualnya dari pintu ke pintu melainkan sudah membuka toko di rumahnya. Bakpia pun dikemas menggunakan dos atau kertas karton dengan merk dagang berupa nomer rumah pembuatnya dan dikenal dengan nama Bakpia Pathuk. Pelabelan Bakpia dengan merk dagang berupa nomor rumah itu masih tetap bertahan hingga saat ini. Oleh karena itu, Anda tidak perlu bingung saat melihat merk Bakpia yang terdiri dari angka-angka yang berbeda.
Manis, legit, dan gurih, adalah kata yang sering terucap ketika pelanggan mencicipi kuliner yang satu ini. Rasa manis dan legit tercipta dari campuran kacang hijau dan gula sebagai isi Bakpia. Sedangkan rasa gurih muncul dari kulit luar yang terbuat dari adonan tepung dicampur dengan minyak nabati yang kemudian dipanggang. Perpaduan rasa itu menimbulkan kenikmatan tersendiri dalam setiap gigitannya.

Seiring dengan berkembangnya makanan ini dan banyaknya permintaan dari pelanggan, Bakpia Pathok tidak hanya berisi kacang hijau saja, dan sekarang berkembang dengan berbagai  varian isi. Mulai dari keju, kumbu hitam dan coklat.

Menemukan oleh-oleh khas yang satu ini bukanlah hal yang sulit, bahkan sangat mudah di dapat. Karena hampir di setiap toko oleh-oleh yang tersebar di seluruh wilayah Yogyakarta menjual kuliner yang satu ini. Tetapi jika anda ingin melihat langsung proses pembuatannya, lebih baik Anda membelinya di pusat pembuatan Bakpia ini, yakni di Jalan Aip II KS Tubun, Pathok, Ngampilan, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Provinsi DIY.

Harga satu kotak Bakpia ini sangatlah terjangkau, tergantung dari isi dan merknya. Mulai dari Rp 15.000,- sampai Rp25.000,-

Bagaimana…. ingin mencicipi? atau sekedar ingin tahu cara pembuatannya ? Silahkan berkunjung ke Yogyakarta dan buktikan kelezatannya.:mrgreen:

Di olah dari berbagai sumber.

About Kang Java

Sekedar berbagi tentang pengalamanku

Diskusi

4 thoughts on “Bakpia Pathok, oleh-oleh wajib dari Yogyakarta

  1. yg begini sya bisa habis satu box sendirian lho…..:-D

    Posted by bensdoing | Desember 4, 2011, 8:11 am
  2. mantap…. banget…

    Posted by ryan | Mei 7, 2015, 10:25 am
  3. bakpia, gudheg, jogja. udah nggak bakalan bisa di pisahin deh. hotel murah di jogja

    Posted by hotelmurahdijogja | Agustus 12, 2015, 8:29 pm

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: